- April 13, 2026
Menerabas Stigma di Dunia Industri
Secara global, data menunjukkan bahwa sekitar 80–85 persen tenaga kerja di industri tambang didominasi laki-laki. Pekerjaan di sektor ini kerap dianggap maskulin, berat, dan berisiko tinggi. Namun, stigma tersebut perlahan mulai bergeser. Kini, semakin banyak perempuan yang terlibat di industri tambang dan berprofesi sebagai operator crane, dump truck, maupun alat berat lainnya.
Salah satunya adalah Rina Rumfot, karyawan di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang telah tujuh tahun bersahabat dengan hoist crane, sebuah alat yang dirancang untuk mengangkat dan menurunkan beban berat secara vertikal.
Kiprah Rina di industri ini berawal dari keinginannya untuk mengubah hidup. Sebagai tulang punggung keluarga, ia berharap dapat memperoleh penghasilan yang lebih layak di IWIP demi kehidupan yang lebih sejahtera. Kala itu, Rina tak banyak berharap ketika memutuskan memasukkan berkas lamaran.
Takdir berkata lain. Memasuki bulan keenam, suatu pagi Rina menerima telepon dari pihak IWIP untuk mengikuti tahap wawancara dan medical check up. Setelah dinyatakan lolos, ia ditempatkan di Departemen General Affairs (GA) bagian Mini Shop.
Tak lama berselang, Rina akhirnya dimutasi ke Business Unit of Ferronickel. Ia menyambut kabar tersebut dengan penuh semangat, meski sejumlah rekan mempertanyakan keputusannya. Pekerjaan di ferronikel dianggap berisiko tinggi, panas, dan berada di ketinggian.
Selama mengikuti pelatihan intensif, Rina mempelajari dasar-dasar pengoperasian alat berat hingga akhirnya menguasai teknik mengoperasikan crane. Setelah dinilai kompeten, ia diangkat menjadi operator hoist crane. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, Rina kemudian dipromosikan dan kini telah menjadi foreman.
Di balik pencapaiannya, Rina tak menampik kerasnya dunia kerja yang dijalani. Ia pernah menghadapi komentar miring yang meragukan kemampuannya karena dianggap tidak cocok bekerja di “dunia laki-laki”. Ia juga harus memimpin 18 anggota tim dengan karakter berbeda-beda, serta menerima teguran dari atasan. Tak jarang, ia merasa sedih dan menangis dalam diam.